Film Swing Girl, Tutup Perayaan Matsuri di Kota Surabaya

 

Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby
 
Di Jepang, bulan April menjadi awal dari seluruh kegiatan mulai dari masuknya sekolah dan perguruan tinggi hingga penerimaan tenaga kerja di berbagai instansi. Sebulan sebelum dimulainya seluruh aktivitas tersebut, semua kalangan turut merayakan Matsuri selama 7 hari di bulan Maret yang merupakan perayaan tutup tahun. Sedangkan di kota-kota besar dunia dengan Kedubes atau Konjen Jepang diperingati Bunkasai, yaitu acara kebudayaan Jepang di luar negeri dan biasanya diadakan oleh instansi pendidikan dengan menirukan persis budaya Jepang.

Sebagai penutup rangkaian perayaan Matsuri di Surabaya, Konsulat Jendral Jepang untuk Republik Indonesia di Surabaya kembali menggandeng Program studi Sastra Jepang Fakultas Sastra Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya. Kamis, (14/3) UNTAG Surabaya menjadi tuan rumah dalam Nobar Film Swing Girls. Acara ini dibuka untuk masyarakat umum serta bertempat di Graha Wiyata Lantai 9. Swing Girl merupakan film dokumenter yang berisi cerita harian rakyat Jepang. Dipilih oleh Konjen Jepang sebagai penutup Matsuri karena dianggap mewakili seluruh kalangan masyarakat di Jepang. Film ini sempat booming di Negeri Sakura karena pada saat itu masyarakat Jepang merasa direpresentasikan dalam film ini.

Dekan Fakultas Sastra-Drs. Danu Wahyono, M.Hum. hadir untuk membuka acara. Dalam sambutannya dia menyambut baik acara ini, “Jika 4 Maret kemarin kita sudah menyaksikan Konser AUN J Classic Orchestra dari situ kita melihat budaya Jepang di bidang musik. Hari ini kita akan menonton film Jepang sehingga kita bisa melihat kebudayaan Jepang secara keseluruhan dan mengambil hikmah dari dalamnya. Jepang memang terkenal sebagai negara yang memegang teguh tradisi. Ini menjadi media pembelajaran bagi kita semua khususnya Prodi Sastra Jepang.”

Tak ketinggalan, Konjen Jepang untuk RI-Masaki Tani turut hadir dalam acara. Dia mengaku senang bisa melakukan pemutaran film Jepang di UNTAG Surabaya. “Kerjasama dengan UNTAG Surabaya ini bertujuan untuk memperkenalkan jepang melalui film. Semoga kita berada dalam suasana santai agar lebih tertarik,” katanya. Masaki berharap melalui berbagai acara Jepang semacam ini dapat mempererat tali persahabatan Jepang-Indonesia, khusunya Konjen Jepang untuk RI dengan UNTAG Surabaya. Keigo Kashiwabara-Konsul Muda Bagian Kebudayaan turut hadir untuk mengisi sesi dialog seputar film Swing Girl.

Sebelumnya UNTAG Surabaya menjadi penyelenggara Konser AUN J  Classic Orchestra sebagai salah satu rangkaian Matsuri yang dilanjutkan dengan acara kebudayaan Jepang pada 9-10 Maret 2019 di Atrium Food Society Pakuwon Mall. Tak hanya itu, UNTAG Surabaya sering dipercaya oleh Konjen Jepang untuk menjadi tuan rumah dalam Lomba Pidato Bahasa Jepang 日本語弁論大会 dan Seleksi Beasiswa Monbukagakusho. (um/aep)

www.untag-sby.ac.id 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FEB Kukuhkan Calon Wisudawan yang Siap Bersaing di Revolusi 4.0